Prestianni Absen Kontra Madrid, Diduga Lecehkan Vinicius

2026-02-24 01:10:30 By Ziga

UEFA menjatuhkan sanksi sementara kepada gelandang SL Benfica, Gianluca Prestianni, terkait dugaan tindakan rasis terhadap penyerang Real Madrid CF, Vinicius Junior, pada leg pertama playoff Liga Champions. Ia dipastikan tidak bisa tampil pada leg kedua tengah pekan ini.

Insiden tersebut terjadi di Lisbon pekan lalu. Prestianni diduga melontarkan kata “monyet” kepada Vinicius sesaat setelah sang winger Brasil mencetak gol ke gawang Benfica. Vinicius segera melaporkan kejadian itu kepada wasit Francois Letexier, yang kemudian menghentikan pertandingan selama delapan menit sesuai protokol anti-diskriminasi.

UEFA langsung membuka investigasi. Prestianni membantah tudingan tersebut. Namun, penyerang Madrid lainnya, Kylian Mbappe, mengaku mendengar Prestianni melontarkan kata bernada rasis itu hingga lima kali.

Baik Benfica maupun Madrid sama-sama membela pemain mereka. Untuk mengusut kasus yang menyita perhatian publik ini, UEFA menunjuk Inspektur Etika dan Disiplin guna mengumpulkan bukti serta keterangan dari berbagai pihak.

Pada Senin (23/2/2026), laporan The Athletic menyebut UEFA memutuskan menjatuhkan larangan sementara kepada Prestianni untuk tampil pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB. Keputusan tersebut bersifat provisional sambil menunggu hasil penyelidikan akhir.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menjelaskan bahwa Komite Kontrol, Etika, dan Disiplin mengambil langkah penangguhan satu pertandingan berdasarkan dugaan pelanggaran Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA tentang perilaku diskriminatif. Namun, sanksi tambahan masih mungkin dijatuhkan setelah proses investigasi rampung.

Sementara itu, laporan ESPN mengungkap bahwa Prestianni mengklaim dirinya mengucapkan kata “maricon” (yang berarti gay dalam bahasa Spanyol), bukan “mono” (monyet). Meski berbeda arti, kedua istilah tersebut tetap termasuk dalam kategori pelanggaran Pasal 14.

Apabila terbukti bersalah, Prestianni berpotensi menerima hukuman minimal larangan bermain selama 10 pertandingan. Selain itu, Benfica juga dapat diwajibkan memberikan program edukasi anti-rasisme kepada sang pemain sebagai bagian dari sanksi disipliner.

 
EMASPUTIHTOTO