Kekecewaan Mendalam Napoli

2026-02-23 19:25:52 By Ziga

SSC Napoli dibuat naik pitam setelah takluk di markas Atalanta BC. Bukan semata-mata karena skor akhir, tetapi juga akibat sejumlah keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan.

Bertandang ke New Balance Stadium, Minggu (22/2/2026) malam WIB, Napoli bertekad membawa pulang poin penuh demi menjaga asa dalam perburuan gelar bersama Inter Milan dan AC Milan.

Partenopei sempat memimpin lebih dulu lewat gol Sam Beukema pada menit ke-18. Namun keunggulan itu sirna setelah tuan rumah membalikkan keadaan melalui gol Mario Pasalic dan Lazar Samardzic di paruh kedua, membuat Napoli tumbang 1-2.

Kekalahan tersebut membuat Napoli tertahan di peringkat ketiga klasemen Serie A dengan koleksi 50 poin dari 26 pertandingan. Sang juara bertahan kini terpaut 14 angka dari Inter di puncak klasemen.

Mengejar Inter yang tengah berada dalam performa terbaik jelas bukan perkara mudah, apalagi Napoli sedang bergulat dengan inkonsistensi permainan serta badai cedera. Namun hasil di Bergamo menyisakan kekecewaan mendalam di kubu tim tamu.

Pelatih Antonio Conte bahkan memilih absen dari konferensi pers usai pertandingan. Ia mendelegasikan sesi tersebut kepada Direktur Olahraga, Giovanni Manna.

Napoli menilai ada dua momen krusial yang kontroversial. Insiden pertama terjadi ketika Rasmus Hojlund terlibat kontak dengan Isak Hien. Wasit Daniele Chiffi sempat menunjuk titik putih sebelum keputusan itu dibatalkan setelah tinjauan VAR.

Hojlund dianggap sengaja mencari kontak dengan Hien demi mendapatkan penalti. Kejadian kedua muncul di awal babak kedua saat gol Miguel Gutierrez dianulir karena dinilai terjadi pelanggaran terhadap Hien.

Manna tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR yang membatalkan penalti, tetapi tidak melakukan pemeriksaan serupa pada gol yang dianulir. Menurutnya, keputusan tersebut sulit diterima dan merugikan tim yang tengah berjuang mengamankan tiket ke Liga Champions.

 

Ia juga menyinggung bahwa Napoli sebelumnya memilih menahan diri saat mengalami situasi serupa di Turin dan Verona. Namun kali ini, rasa kecewa tak lagi bisa dibendung.

EMASPUTIHTOTO