Manchester United mulai menghadapi fase transisi di lini tengah menyusul rencana kepergian Casemiro. Kontrak gelandang veteran asal Brasil itu akan berakhir pada Juni 2026 dan ia telah memberi sinyal bakal meninggalkan Old Trafford. Situasi ini memicu spekulasi mengenai siapa sosok yang layak menjadi penerusnya.
Sejumlah nama telah dikaitkan dengan Setan Merah, termasuk Carlos Baleba dari Brighton & Hove Albion. Namun, mantan striker MU, Louis Saha, memiliki pandangan berbeda soal kandidat ideal pengganti Casemiro.
Menurut Saha, dua gelandang Newcastle United yakni Sandro Tonali dan Bruno Guimaraes, merupakan figur yang lebih tepat untuk mengisi peran vital tersebut. Keduanya dinilai memiliki karakter kuat, agresivitas, serta kemampuan mengontrol tempo permainan—atribut yang selama ini melekat pada Casemiro.
“United membutuhkan sosok yang agresif dan mampu mengendalikan lini tengah. Saya melihat profil seperti Sandro Tonali atau Bruno Guimaraes, dua pemain yang benar-benar dominan di sektor tersebut,” ujar Saha kepada Daily Mirror.
Ia menambahkan bahwa keberadaan pemain muda seperti Kobbie Mainoo tetap membutuhkan tandem berpengalaman di sisinya. Menurut Saha, keseimbangan antara energi muda dan kematangan bermain menjadi kunci agar transisi berjalan mulus ketika Casemiro benar-benar hengkang.
“Bersama pemain seperti Mainoo, Anda butuh sosok yang punya pengalaman dan visi untuk mengatur transisi permainan. Menggantikan Casemiro tidak akan mudah. Dibutuhkan kepemimpinan, permainan lugas, dan kemampuan memecah kebuntuan,” tambahnya.
Saha juga menilai opsi merekrut gelandang muda semata bisa menjadi langkah berisiko dalam jangka pendek. Meski bagus untuk masa depan, MU tetap memerlukan figur matang yang siap memberi dampak instan. Ia bahkan menyebut kombinasi Adam Wharton dan Guimaraes bisa menjadi duet ideal, mengingat karakter kepemimpinan yang dimiliki gelandang Brasil tersebut.
Selain Wharton yang kini membela Crystal Palace, nama Alexis Mac Allister dari Liverpool juga masuk dalam radar spekulasi transfer.
Kini, keputusan berada di tangan manajemen Setan Merah. Apakah mereka akan mengejar gelandang berpengalaman seperti yang disarankan Saha, atau justru berinvestasi pada talenta muda demi proyek jangka panjang? Bursa transfer musim panas nanti akan menjadi jawaban atas kebutuhan krusial di jantung permainan Manchester United.